Sektor ekonomi kreatif dinilai mampu mempertegas dan memperkaya
identitas nasional Bangsa Indonesia karena bisa memadukan ide, seni, dan
inovasi berbasis teknologi dan budaya yang tumbuh di kalangan
masyarakat lokal.
"Melalui dukungan ekonomi kreatif, bangsa
kita memperoleh manfaat, yaitu pertumbuhan ekonomi yang pro-rakyat,
pemanfaatan sumberdaya alam secara efektif serta penguatan identitas
kultural yang justru akan mempertegas dan memperkaya identitas nasional
bangsa kita," kata Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha
Kementerian Koperasi dan UKM Neddy Rafinaldi Halim di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan, sektor ekonomi kreatif sekaligus memiliki peran
signifikan dalam mendorong penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
Selain itu mampu meningkatkan
kemampuan teknologi tepat guna dan merupakan produk berbasis pro-green
economy namun tetap bisa melestarikan warisan budaya dan kreativitas
bangsa Indonesia yang khas dan unik.
"Kita harus bisa
memanfaatkan kesempatan untuk mengoptimalkan ekonomi kreatif, apalagi
ini sekarang sedang menjadi tren baik di Indonesia maupun di dunia,"
katanya.
Neddy sendiri menilai pengembangan ekonomi kreatif
di tanah air sudah sejalan dengan arah pembangunan ekonomi rakyat yang
mengedepankan peran nyata KUKM dengan prinsip berkeadilan dan
bermartabat.
"Melalui prinsip ini, pertumbuhan dan
stabilitas ekonomi dapat dinikmati secara lebih merata oleh seluruh
kelompok komponen masyarakat sehingga angka pengangguran dan kemiskinan
dapat kita turunkan," katanya.
Pihaknya mencatat kinerja
sektor ekonomi kreatif, kontribusinya mencapai Rp574 triliun atau
sebesar 7 persen terhadap PDB 2012, dan mengalami peningkatan 21,35
persen dibanding 2010 sebesar Rp473 triliun.
Tercatat 5,4
juta pelaku UMKM yang mengeluti sektor ini atau 9,72 persen dari jumlah
pelaku usaha di Indonesia dan menyerap 11,8 juta tenaga kerja atau 10,65
persen dari total tenaga kerja Indonesia. (*/hrb)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar