1 Juni ini tepatnya 1 Juni 1945 itu merupakan hari kelahiran Pancasila, di mana pada saat itu 1 Juni 1945 Bung Karno menyampaikan satu Pidato dan situlah tercetus tentang Pancasila, maka dinilai adalah hari Lahir Pancasila. kemudian pada bulan Juni ini juga, tepatnya 6 Juni 1901 Bung Karno lahir di Dunia ini dan wafat pada tanggal 21 Juni 1970 dalam usia 69 tahun.
maka
orang-orang dari jawa menyebutnya Haul, sehinga bulan ini menyebutkanya
bulan Bung Karno. karena ada tiga tanggal yang menjadi bagian yang
sangat tidak terpisahkan dari Bung Karno yaitu 1 Juni sebagai
hari lahir-nya Pancasila 1945, kemudian 6 Juni 1901 sebagai hari
lahirnya Bung Karno dan 21 Juni 1970 sebagai hari wafatnya Bung Karno.
Apa
yang kita bisa bincangkan dengan 1 Juni hari kelahiran Pancasila.
Apakah Pancasila menjadi sesuatu yang sangat melekat di dalam diri kita
atau-kah Pancasila hanya sekedar satu dasar Negara, yang kita tidak
pernah peduli, yang tidak pernah hayati, bahwa ini adalah bagian yang
tidak terpisahkan dari kehidupan berBangsa dan Negara.
Tetapi kita harus betul-betul mencoba mempelajari, menghayati atau mungkin mengamalkanya walaupun belum sepenuh hati, tetapi paling tidak kita bisa memahami terus, tentang apa itu Pancasila dan sebagainya. sehinga kalau kita terus mengali dan memahami. paling tidak untuk menghayati.
Ini bisa kita bincangkan, masih aktualkan Pancasila. Masih adakah di dalam diri kita tentang Pancasila, masih adakah di dalam Pikiran kita tentang Pancaasila. Apakah kita tetap akan seperti ini, membiarkan Pancasila entah pergi ke mana dan kita dengan tenang mengabaikan Pancasila sebagai bagian yang sebenarnya tidak bisa terpisahkan dari ber-Bangsa dan ber-Negara.
Tetapi kita harus betul-betul mencoba mempelajari, menghayati atau mungkin mengamalkanya walaupun belum sepenuh hati, tetapi paling tidak kita bisa memahami terus, tentang apa itu Pancasila dan sebagainya. sehinga kalau kita terus mengali dan memahami. paling tidak untuk menghayati.
Ini bisa kita bincangkan, masih aktualkan Pancasila. Masih adakah di dalam diri kita tentang Pancasila, masih adakah di dalam Pikiran kita tentang Pancaasila. Apakah kita tetap akan seperti ini, membiarkan Pancasila entah pergi ke mana dan kita dengan tenang mengabaikan Pancasila sebagai bagian yang sebenarnya tidak bisa terpisahkan dari ber-Bangsa dan ber-Negara.
Patut kita syukuri oleh kita semua,
Bangsa Indoensia yang memiliki sebuah Pancasila yaitu sebagai tujuan
Indonesia. Pancasila yang tidak pernah di miliki oleh Negara lain, namun
patut kita tanyakan juga, kenapa Negara lain yang tidak memiliki
Pancasila, tapi bisa Sejahteta Rakyatnya. Banyak orang-orang yang
mengatakan bahwa Pancasila adalah Ideologi ber-Bangsa dan ber-Negara
Indonesia dan ada pula yang menentang bahwa Pancasila bukan Ideologi
Negara Indonesia.
Kalau memang Pancasila sudah tidak bermakna lagi.! Agama sudah tidak bermakna lagi.! lantas apa yang menjadi landasan Bangsa ini, Hedonisme-kah, Nepotisme-kah, Korupsi-pisme atau Serakah-hisme. Dalam membuat bangunan-pun harus mempunyai pondasi dan kalau tidak mempunyai pondasi, maka runtuh lah bangunan itu ataupun sebaliknya Indonesia juga harus mempunyai Pondasi ber-Negara, dan kalau tidak mempunyai pondasi ber-Negara maka runtuhlah Indonesia, kalau saya pahami bahwa pondasi ber-Negara Indonesia adalah Pancasila dan UUD 45.
Kalau memang Pancasila sudah tidak bermakna lagi.! Agama sudah tidak bermakna lagi.! lantas apa yang menjadi landasan Bangsa ini, Hedonisme-kah, Nepotisme-kah, Korupsi-pisme atau Serakah-hisme. Dalam membuat bangunan-pun harus mempunyai pondasi dan kalau tidak mempunyai pondasi, maka runtuh lah bangunan itu ataupun sebaliknya Indonesia juga harus mempunyai Pondasi ber-Negara, dan kalau tidak mempunyai pondasi ber-Negara maka runtuhlah Indonesia, kalau saya pahami bahwa pondasi ber-Negara Indonesia adalah Pancasila dan UUD 45.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar